POLAJABAR - Sektor pertanian Jawa Barat kini berada dalam posisi siaga satu menyusul peringatan BMKG terkait ancaman kemarau kering.
Seperti yang disampaikan oleh Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat Vivi Indhira.
Sebagian besar wilayah di Jawa Barat diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dibandingkan kondisi biasanya pada 2026.
Hal tersebut diungkapnya pada Press Release Musim Kemarau Jawa Barat 2026 yang diselenggarakan oleh BMKG secara daring, Selasa 14 April 2026.
Vivi mengatakan, sebanyak 93 persen wilayah yang ada di Jawa Barat akan mengalami sifat hujan di bawah normal saat musim kemarau.
Artinya, curah hujan akan lebih rendah dibandingkan rata-rata normalnya sehingga musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan biasanya.
Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Cirebon dan Kuningan adalah yang akan terdampak kondisi tersebut.
Sedangkan untuk daerah yang mengalami sifat hujannya normal dibandingkan kondisi biasanya di Jawa Barat adalah sekitar 7 persen.
Untuk sektor pertanian, ia mengimbau kepada para petani untuk menyesuaikan kalender tanam dengan menghindari menanam saat puncak kemarau.