POLA JABAR – Cuaca ekstrem berupa musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih lama tahun ini membawa tantangan serius bagi keselamatan lingkungan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung, Soni Bakhtiar, secara tegas mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap meningkatnya risiko kebakaran, khususnya di area terbuka.
Kondisi cuaca yang sangat kering menjadi pemicu utama api menyebar dengan cepat. Soni menjelaskan bahwa meski Bandung tidak memiliki kawasan hutan luas, risiko kebakaran lahan kosong tetap menghantui.
“Pada saat kemarau panjang tentu potensi kebakaran akan lebih banyak, terutama yang terjadi di luar ruangan. Namun untuk Kota Bandung sendiri sebenarnya tidak memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan karena secara geografis kita tidak memiliki kawasan hutan maupun lahan luas seperti daerah lain,” ujar Soni pada Senin, 16 Maret 2026.
Meski risiko luar ruangan meningkat, data statistik menunjukkan bahwa ancaman terbesar justru masih mengintai di area pemukiman dan tempat usaha. Berdasarkan data terbaru Disdamkarmat, hingga saat ini telah tercatat “51 kejadian kebakaran” di berbagai titik di Kota Bandung.
Berikut adalah rincian sebaran kejadian kebakaran tersebut:
Bangunan Perumahan: 12 kejadian.
Bangunan Publik (Toko, Kantor, Gudang): 13 kejadian.
Lahan Kosong & Sampah: 8 kejadian.
Sarana Kelistrikan & Kendaraan: Selebihnya terjadi pada gardu listrik dan kendaraan bermotor.