POLA JABAR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan perhatian serius terhadap penataan estetika dan fungsionalitas Kota Bandung. Dalam pernyataannya pada Rabu (22/4/2026), pria yang akrab disapa KDM ini menekankan bahwa kolaborasi lintas instansi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung adalah kunci utama untuk membangkitkan kembali wibawa Bandung sebagai ibu kota provinsi yang berwibawa.
Dedi menilai bahwa proses pembenahan kota yang kompleks tidak akan efektif jika dilakukan secara parsial. Dibutuhkan semangat gotong royong yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) hingga partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu poin menarik yang ditekankan Gubernur adalah peran ASN sebagai teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia memberikan instruksi agar setiap kantor pemerintahan menjadi pusat keasrian yang memengaruhi radius di sekitarnya.
“Terima kasih kepada ASN Pemprov Jabar dan ASN Kota Bandung yang terus bahu-membahu membersihkan lingkungannya masing-masing. Minimal satu kilometer menuju kantor harus dalam kondisi bersih, tertata, indah, dan berestetika,” ujarnya.
Apresiasi juga diberikan kepada warga Bandung yang mulai menunjukkan kepedulian tinggi dalam memulihkan wajah kota.
Sinergi ini dianggap sebagai fondasi untuk membangun Bandung yang modern tanpa meninggalkan karakter aslinya.
Masalah sampah masih menjadi tantangan krusial yang harus segera dituntaskan. Gubernur menyoroti beberapa titik yang masih mengalami penumpukan sampah dan mendesak adanya aksi nyata yang terintegrasi.
“Kita harus pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di sudut-sudut kota. Ini harus ditangani bersama,” katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung berkomitmen mengoptimalkan TPA Sarimukti.