POLA JABAR – Industri hiburan digital di Indonesia tengah berada dalam pengawasan ketat pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya tengah mendalami temuan ketidaksesuaian antara klasifikasi usia dan konten aktual pada sejumlah game yang tersedia di platform Steam di Indonesia.
Langkah ini diambil setelah munculnya laporan mengenai sejumlah judul permainan yang memiliki label usia tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan dalam permainan tersebut. Ketidaksesuaian ini dinilai krusial karena platform Steam merupakan salah satu penyedia distribusi digital terbesar yang diakses oleh jutaan pengguna di tanah air, termasuk kalangan di bawah umur.
Temuan ini berpotensi menimbulkan kebingungan bagi orang tua dalam menilai kelayakan konten digital bagi anak. Tanpa akurasi rating, risiko paparan konten dewasa atau kekerasan terhadap anak-anak menjadi semakin tinggi di ruang siber.
Menyikapi urgensi tersebut, Kemkomdigi tidak hanya tinggal diam. Sebagai tindak lanjut, Kemkomdigi melakukan investigasi secara menyeluruh, baik terhadap mekanisme klasifikasi pada platform maupun pada sisi pengembang game (game developer) sebagai sumber konten.
Pendekatan komprehensif ini dilakukan agar pemerintah tidak hanya menyalahkan platform distribusi, tetapi juga melihat proses dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan akar persoalan dapat diidentifikasi secara utuh, mencakup proses produksi, penilaian, hingga distribusi konten.
Dalam proses tersebut, Kemkomdigi dan Steam menjalin komunikasi intensif guna mempercepat klarifikasi serta pendalaman terhadap sistem klasifikasi yang diterapkan. Hubungan diplomatik digital ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan bermain yang lebih sehat bagi para gamers di Indonesia. Kedua pihak juga melakukan penelusuran terhadap konten yang dinilai tidak selaras antara rating dan isi, termasuk langkah penyesuaian yang diperlukan.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini. Menurutnya, akurasi label usia bukan sekadar formalitas administratif, melainkan benteng pertahanan bagi keluarga.
“Tujuan utama penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah memberi pegangan yang jelas bagi orang tua agar anak bermain sesuai dengan usianya,” jelasnya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (07/04/2026).
Sonny menjelaskan bahwa kehadiran regulasi klasifikasi usia gim merupakan terobosan penting pada periode pemerintahan saat ini. Selama bertahun-tahun, industri game di Indonesia bergerak tanpa standar pengawasan lokal yang kuat. Namun, kini payung hukum telah tersedia secara konkret.