POLA JABAR – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat kerja sama dengan asosiasi dan pelaku industri gim untuk meningkatkan pengawasan ruang digital, khususnya terkait perlindungan anak dan moderasi konten.
Kolaborasi ini dibahas dalam audiensi yang dihadiri lebih dari 20 penerbit gim global dan lokal, termasuk AGI, Tencent, Garena, Agate, Megaxus, Nintendo, dan Playstation.
Melansir dari laman Antara, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menyebut isu keselamatan anak di ruang digital, termasuk gim daring, menjadi perhatian besar pemerintah dan publik.
Ia menegaskan pentingnya langkah cepat namun tetap membuka ruang dialog agar keamanan digital tidak menghambat inovasi industri.
Para penerbit gim menyampaikan komitmen mendukung implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), termasuk klasifikasi usia, moderasi konten, parental control, dan edukasi untuk orang tua.
PP TUNAS ditegaskan sebagai dasar hukum utama, sementara Indonesia Game Rating System (IGRS) berfungsi sebagai instrumen teknis klasifikasi gim.
Kemkomdigi dan pelaku industri sepakat pentingnya harmonisasi aturan agar proses kepatuhan lebih jelas dan tidak tumpang tindih.
Industri juga menyatakan kesiapan terlibat dalam literasi digital guna mendorong penggunaan gim yang aman bagi anak.
Alexander menambahkan, tindak lanjut kolaborasi mencakup rapat teknis lanjutan, penyusunan peta jalan moderasi konten gim daring, pembaruan modul literasi digital, serta pembentukan Pokja bersama untuk sinkronisasi kebijakan.