POLA JABAR – Istilah Quiet Quitting kini tengah ramai diperbincangkan di dunia kerja.
Fenomena ini bukan berarti seseorang berhenti bekerja secara mendadak, melainkan kondisi di mana karyawan hanya bekerja seperlunya sesuai deskripsi pekerjaan tanpa memberikan usaha ekstra.
Sering kali, quiet quitting adalah sinyal bahwa seseorang sedang mengalami kelelahan mental atau burnout. Berikut tanda-tanda dan solusi untuk mengatasinya secara singkat:
Tanda-tanda Kamu Mengalami 'Quiet Quitting'
- Kehilangan Antusiasme: Kamu tidak lagi merasa tertantang atau bersemangat saat mengerjakan proyek baru.
- Batasan yang Kaku: Datang dan pulang tepat waktu bukan karena disiplin, tapi karena ingin segera lepas dari lingkungan kantor.
- Menarik Diri dari Sosial: Malas berinteraksi dengan rekan kerja atau tidak ingin terlibat dalam kegiatan di luar jam kerja.
- Hanya Melakukan Standar Minimum: Kamu tidak lagi menawarkan ide atau bantuan ekstra seperti yang biasa kamu lakukan.
Cara Mengatasinya Agar Mental Tetap Sehat
- Tetapkan Batasan yang Sehat: Komunikasikan kapasitas kerjamu kepada atasan. Belajarlah berkata "tidak" pada tugas tambahan yang melampaui waktu kerja.
- Cari Hobi di Luar Pekerjaan: Pastikan identitas dirimu tidak hanya terpaku pada pekerjaan. Miliki aktivitas yang membuatmu merasa berharga di luar kantor.
- Evaluasi Tujuan Karir: Apakah kamu hanya lelah, atau memang sudah tidak cocok dengan budaya perusahaan? Mengetahui penyebabnya akan membantu menentukan langkah selanjutnya.
- Ambil Jeda (Short Break): Manfaatkan cuti untuk benar-benar lepas dari layar dan notifikasi pekerjaan agar pikiran segar kembali.***