POLA JABAR – Game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) menjadi salah satu game online paling populer di Indonesia, terutama di kalangan anak muda.
Namun, di balik popularitasnya, game bergenre battle royale ini sempat menuai kontroversi hingga akhirnya dibatasi oleh pemerintah di beberapa kesempatan.
Lalu, apa alasan di balik kebijakan pembatasan tersebut?
Kekhawatiran Akan Unsur Kekerasan
Salah satu alasan utama pemerintah membatasi PUBG adalah unsur kekerasan yang cukup tinggi dalam permainan.
PUBG menampilkan aksi tembak-menembak dan strategi bertahan hidup yang dianggap dapat memicu perilaku agresif, terutama bagi pemain berusia muda yang belum bisa membedakan antara dunia nyata dan dunia virtual.
Menurut pakar psikologi, paparan kekerasan digital secara berulang dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku anak, membuat mereka lebih mudah tersulut emosi dan kehilangan empati sosial.
Kasus di Beberapa Negara Jadi Sorotan
PUBG tidak hanya menuai kontroversi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara lain.