POLA JABAR - Bagi para pelancong kuliner yang sedang menyusuri jalanan Italia atau mengunjungi kedai gelato lokal, godaan visual sering kali menjadi penentu utama dalam memilih rasa. Etalase yang dipenuhi dengan tumpukan gelato berwarna biru elektrik, hijau neon, atau kuning mencolok memang sangat menarik perhatian.

Namun, di balik daya tarik visual tersebut, tersimpan sebuah fakta yang mungkin mengejutkan: warna yang terlalu cerah sering kali menjadi indikator bahwa gelato tersebut tidak menggunakan bahan alami.

Mengacu pada prinsip pembuatan gelato otentik yang sering diulas oleh para ahli di Serious Eats, kejujuran sebuah rasa justru terpancar dari warnanya yang cenderung kalem, bahkan terkadang terlihat pucat.

Warna Alami vs. Zat Pewarna Buatan

Prinsip utama dari gelato berkualitas adalah penggunaan bahan-bahan segar langsung dari alam. Masalahnya, alam tidak selalu memberikan warna yang ekstrem. Sebagai contoh, buah pisang yang sudah matang dan dihancurkan tidak akan menghasilkan warna kuning cerah, melainkan warna krem atau putih tulang yang cenderung keabu-abuan.

Begitu pula dengan rasa pistachio. Banyak orang mengira gelato pistachio haruslah berwarna hijau terang. Padahal, kacang pistachio asli yang dipanggang dan diolah menjadi pasta akan menghasilkan warna hijau kecokelatan yang redup (mirip warna bumi). Jika Anda menemukan gelato pistachio yang berwarna hijau muda cerah, hampir bisa dipastikan bahwa kedai tersebut menggunakan zat pewarna tambahan atau perasa buatan untuk menarik mata konsumen.

Oksidasi: Musuh Alami Warna Cerah

Proses pembuatan gelato melibatkan interaksi bahan baku dengan udara dan suhu dingin. Buah-buahan segar, seperti apel, pir, atau persik, akan mengalami proses oksidasi saat diolah. Oksidasi ini secara alami akan menggelapkan warna buah tersebut.

Para pembuat gelato tradisional yang memegang teguh kualitas tidak akan mencoba "melawan" hukum alam ini dengan menambahkan pewarna sintetis. Bagi mereka, membiarkan gelato tampil dengan warna aslinya adalah bentuk transparansi kepada pelanggan bahwa apa yang mereka makan adalah buah asli, bukan sekadar sirup kimia.