POLA JABAR - Bagi pecinta makanan laut, kepiting adalah primadona yang sulit ditolak. Tekstur dagingnya yang lembut dengan rasa manis alami membuatnya menjadi hidangan mewah di meja makan. Namun, saat dihadapkan pada menu restoran, seringkali kita bingung memilih: lebih baik kepiting rebus yang segar atau kepiting goreng yang menggoda selera?
Melansir dari EatingWel, cara mengolah makanan laut sangat menentukan apakah manfaat gizinya tetap terjaga atau justru berubah menjadi "bom" kalori. Mari kita bedah perbandingannya secara detail.
1. Kandungan Kalori dan Lemak: Perbedaan yang Signifikan
Salah satu perbedaan paling mencolok terletak pada angka timbangan kalori. Kepiting secara alami adalah sumber protein tanpa lemak yang luar biasa. Dalam satu porsi (sekitar 85-100 gram) kepiting rebus, Anda hanya mendapatkan sekitar 80 hingga 100 kalori dengan kandungan lemak kurang dari 1 gram.
Sebaliknya, proses penggorengan terutama jika menggunakan tepung atau bumbu kental akan meningkatkan kadar lemak secara drastis. Minyak yang terserap selama proses menggoreng dapat melipatgandakan jumlah kalori. Jika kepiting rebus adalah sahabat bagi Anda yang sedang diet, kepiting goreng justru bisa menjadi penghambat target penurunan berat badan jika dikonsumsi terlalu sering.
2. Kadar Nutrisi: Keunggulan Versi Rebus
Kepiting dikenal kaya akan Vitamin B12, selenium, dan asam lemak Omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan otak serta jantung. Berdasarkan studi nutrisi, metode memasak dengan suhu tinggi dan minyak berlebih (seperti menggoreng) berisiko merusak sebagian kandungan Omega-3 yang sensitif terhadap panas.
Dengan merebus atau mengukus, nutrisi penting ini relatif lebih terjaga. Merebus dengan tambahan rempah seperti jahe atau bawang putih bahkan bisa menambah nilai antioksidan pada hidangan tanpa menambah kalori kosong dari minyak goreng.
3. Risiko Lemak Trans dan Kolesterol