POLAJABAR.COM - Kondisi sarana penanggulangan bencana di Kabupaten Sukabumi saat ini menghadapi tantangan operasional yang cukup besar. Pelayanan perlindungan kebakaran belum sepenuhnya ideal akibat keterbatasan fasilitas penunjang yang dimiliki oleh petugas di lapangan.
Wilayah Kabupaten Sukabumi sendiri memiliki bentang geografis yang sangat luas. Luasnya daerah tugas yang mencakup 47 kecamatan dan 381 desa idealnya memerlukan kesiapan armada pemadam kebakaran yang memadai serta tersebar secara merata.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Sukabumi hingga kini tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Para petugas terus berjibaku mengandalkan fasilitas seadanya demi menjaga keselamatan warga dari ancaman bahaya kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkar Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, membeberkan bahwa ketersediaan sarana operasional di wilayahnya masih jauh dari kata ideal. Penjelasan terkait tantangan penanganan kebakaran tersebut disampaikan pada Rabu (22/7/2026).
"Jika kita melihat dari standar normatif yang ada, kapasitas pelayanan kami sebetulnya masih belum mumpuni," kata Erwin Adam Ridwan.
"Sebab dengan cakupan wilayah Kabupaten Sukabumi yang membawahi 47 kecamatan dan 381 desa, saat ini kami baru mempunyai 15 unit armada yang disiagakan di 12 posko," kata Erwin Adam Ridwan.
Keterbatasan jumlah armada serta pos siaga ini memberikan dampak langsung terhadap efisiensi waktu tanggap di lapangan. Jarak tempuh antarwilayah yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri ketika petugas harus segera menjangkau lokasi kejadian kebakaran.
Dikutip dari publikasi setempat, pembenahan serta penambahan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran menjadi perhatian penting. Langkah pembaruan fasilitas diharapkan dapat meningkatkan perlindungan serta keselamatan bagi seluruh warga Sukabumi di masa depan.
