POLA JABAR – Tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu periode aktif bagi aktivitas matahari.

Para ilmuwan astronomi memantau adanya peningkatan intensitas Solar Flare atau ledakan matahari yang dapat melepaskan radiasi elektromagnetik dalam jumlah besar.

Salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat modern saat ini adalah: apakah fenomena ini bisa melumpuhkan jaringan internet kita?

Apa Itu Solar Flare?

Solar Flare adalah ledakan raksasa di permukaan matahari yang terjadi ketika energi magnetik yang terkumpul di atmosfer matahari dilepaskan secara tiba-tiba. Ledakan ini mengirimkan partikel bermuatan dan radiasi tinggi ke seluruh tata surya.

Jika ledakan ini cukup kuat dan mengarah ke bumi, ia dapat berinteraksi dengan medan magnet planet kita, memicu apa yang disebut sebagai badai geomagnetik.

Dampak pada Infrastruktur Digital

Radiasi dari Solar Flare memang tidak membahayakan manusia secara langsung di permukaan bumi karena terlindungi atmosfer, namun infrastruktur teknologi kita sangat rentan:

  • Gangguan Satelit: Satelit komunikasi dan GPS adalah yang paling terdalam terkena dampaknya. Radiasi tinggi dapat merusak panel surya satelit atau mengganggu sinyal yang dikirimkan ke bumi.
  • Kabel Bawah Laut: Kekhawatiran tentang "kiamat internet" biasanya merujuk pada gangguan pada kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan antar-benua. Meskipun kabelnya sendiri aman, penguat sinyal (repeaters) di sepanjang kabel tersebut sangat sensitif terhadap gangguan arus listrik yang dipicu oleh badai magnetik.
  • Jaringan Radio dan Penerbangan: Solar Flare tingkat tinggi dapat menyebabkan radio blackout, yang mengganggu komunikasi pesawat terbang dan kapal laut yang mengandalkan frekuensi radio tertentu.