POLA JABAR – Kasus orang tua murid yang melabrak guru di SMPN 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak viral dan menyita perhatian publik.
Peristiwa ini bermula dari dugaan kekerasan fisik yang dilakukan guru terhadap delapan siswa, termasuk satu siswa berinisial ZR (16).
Awal Kejadian: Siswa Lompat Pagar Sekolah
Menurut keterangan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 2 Jalancagak, Yaumi Basuki, insiden bermula ketika ZR dan tujuh siswa lainnya tertangkap meloncat pagar sekolah untuk bolos.
“Pagar ini baru selesai dua minggu. Kami sudah wanti-wanti agar dijaga, tapi beberapa siswa masih loncat pagar, termasuk ZR dan teman-temannya,” ujar Yaumi, Rabu, 5 November 2025.
Guru yang diketahui bernama Rana Setiaputra kemudian berupaya menegakkan disiplin dengan menampar ringan delapan siswa setelah upacara pagi.
Namun, tindakan itu justru berujung panjang dan menimbulkan reaksi keras dari pihak orang tua.
Mediasi dan Permintaan Maaf dari Pihak Sekolah
Setelah peristiwa tersebut, pihak sekolah segera melakukan mediasi pada Selasa (4 November 2025) yang dihadiri oleh guru bersangkutan, orang tua ZR, dan pihak sekolah.