POLA JABAR - Sejak lama, seafood telah dikenal sebagai sumber protein premium yang menyehatkan. Di antara beragam jenisnya, kepiting sering menjadi primadona. Namun, di tengah isu diet rendah lemak yang kian populer, muncul pertanyaan: Apakah kepiting benar-benar rendah lemak, menjadikannya pilihan ideal untuk gaya hidup sehat?

Untuk menjawabnya, kami merujuk pada salah satu sumber tepercaya di dunia kesehatan, yaitu Mayo Clinic.

Kepiting: Bintang Protein dengan Lemak yang Minimal

Menurut rekomendasi diet sehat dari Mayo Clinic, kepiting merupakan salah satu jenis makanan laut yang patut dipertimbangkan karena profil nutrisinya yang luar biasa.

Fokus utama dari kepiting adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Protein ini penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, serta memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sangat membantu bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Inilah Fakta Mengenai Kandungan Lemak Kepiting:

  • Rendah Lemak Total: Kepiting secara alami memiliki jumlah lemak total yang sangat sedikit per porsi. Kebanyakan kalori pada kepiting berasal dari protein, bukan lemak.

    Lemak Sehat Jantung (Omega-3): Bagian terbaiknya, lemak yang terkandung dalam kepiting sebagian besar adalah jenis lemak tak jenuh ganda yang dikenal sebagai asam lemak omega-3. Mayo Clinic dan banyak organisasi kesehatan lainnya menyarankan konsumsi omega-3 karena perannya dalam mendukung kesehatan jantung, membantu mengurangi peradangan, dan bahkan mendukung fungsi otak.

    Rendah Lemak Jenuh: Poin penting lainnya adalah rendahnya kandungan lemak jenuh. Mengganti sumber protein tinggi lemak jenuh (seperti daging merah berlemak) dengan kepiting adalah strategi yang sangat baik untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil, sesuai dengan prinsip diet yang dipromosikan oleh Mayo Clinic untuk kesehatan kardiovaskular.