POLA JABAR - Siapa sangka, camilan lezat yang sering kita nikmati ini, ternyata menyimpan manfaat luar biasa untuk kesehatan gigi kita. Menurut American Dental Association (ADA), keju dikategorikan sebagai salah satu makanan terbaik yang dapat dikonsumsi untuk melindungi dan memperkuat gigi. Manfaat utama keju terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan produksi air liur dan menetralkan kadar asam di dalam mulut, dua faktor kunci yang sangat penting dalam mencegah kerusakan gigi atau karies. 

Setelah kita mengkonsumsi makanan, terutama yang manis atau bertepung, bakteri di mulut akan menghasilkan asam yang mengikis lapisan luar gigi (email). Keju bekerja cepat untuk melawan efek asam ini. Ketika Anda mengonsumsi keju, pH (tingkat keasaman) di mulut akan meningkat kembali ke tingkat yang lebih basa atau netral dalam waktu singkat. Proses netralisasi ini sangat vital karena lingkungan mulut yang asam adalah pemicu utama terjadinya erosi email, yang pada akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Peran penting lainnya dari keju adalah kandungan nutrisinya yang kaya, khususnya kalsium, fosfat, dan kasein. Kalsium dan fosfat adalah bahan baku utama penyusun email gigi dan tulang rahang. Dengan mengonsumsi keju, Anda secara efektif memberikan suplemen alami yang diperlukan tubuh untuk proses remineralisasi, yaitu perbaikan atau penguatan kembali email gigi yang mulai terkikis oleh asam. Ketika asam menyerang gigi, mineral-mineral penting ini hilang. 

Namun, kalsium dan fosfat yang dilepaskan keju saat dikunyah, akan menempel pada permukaan gigi dan membantu menggantikan mineral yang hilang tersebut, membuat gigi menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap serangan asam berikutnya. 

Sementara itu, kasein (protein utama dalam produk susu) membentuk lapisan pelindung di sekitar gigi, bertindak seperti perisai yang mencegah asam dan bakteri merusak email gigi secara langsung.

Menariknya, keju adalah pilihan camilan yang cerdas, terutama setelah mengonsumsi makanan yang berpotensi merusak gigi. Studi menunjukkan bahwa mengunyah keju setelah makan manisan dapat mengurangi risiko kerusakan gigi secara signifikan. Alasan keju dianggap sebagai camilan yang "ramah gigi" adalah karena kandungan gulanya yang sangat rendah. 

Berbeda dengan banyak camilan olahan lainnya yang menjadi makanan favorit bakteri jahat, keju tidak menyediakan sumber gula (karbohidrat yang difermentasi) yang dibutuhkan bakteri untuk memproduksi asam. Ini menjadikannya alternatif yang jauh lebih sehat dibandingkan permen, cracker, atau buah kering, yang semuanya dapat memicu lonjakan produksi asam di mulut. 

Oleh karena itu, menjadikannya penutup makan atau camilan sore bisa menjadi strategi sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan mulut Anda dan keluarga.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, ADA merekomendasikan untuk memilih jenis keju keras, seperti Cheddar, Monterey Jack, atau Swiss, karena jenis-jenis ini membutuhkan lebih banyak proses mengunyah, yang secara otomatis akan meningkatkan aliran air liur. Meskipun keju cottage atau cream cheese juga baik karena kandungan kalsiumnya, tekstur keras pada keju balok lebih efektif dalam merangsang air liur.