POLA JABAR – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mendorong pemerintah daerah untuk segera menyusun lini masa aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.

Ia menekankan bahwa isu lingkungan tidak boleh hanya menjadi bahan diskusi atau kegiatan seremonial belaka, melainkan harus diwujudkan dalam langkah berkelanjutan.

"Diperlukan upaya bersama agar masyarakat tidak hanya terfokus pada hiburan, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap ancaman perubahan iklim," ujar Dadang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 10 Februari 2026.

Fokus pada Potensi Daerah

Sebagai Ketua Umum Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi, Dadang menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki potensi unik untuk menekan emisi gas rumah kaca. Ia memberikan contoh:

  • Wilayah Jawa: Berpeluang besar mengembangkan energi berbasis air.
  • Wilayah Kupang: Dapat mengoptimalkan energi berbasis panas bumi.

Kabupaten Bandung sendiri memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penghasil oksigen besar. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama.

Target Nasional dan Edukasi Masyarakat

Indonesia saat ini menargetkan kondisi nol emisi bersih (net-zero emission) pada 2060. Meski demikian, capaian energi terbarukan hingga 2023 baru menyentuh 13,2% dari target 23% di tahun 2025.