POLA JABAR – Menghadapi potensi lonjakan volume sampah selama Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung telah menyiapkan strategi komprehensif. Langkah utama yang diambil adalah dengan mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah yang ada serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan dari rumah.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa infrastruktur pengelolaan sampah di kota ini akan bekerja ekstra keras menjelang hari raya. Sebanyak “19 fasilitas pengolahan sampah” dipastikan tetap beroperasi penuh hingga mendekati hari kemenangan.
“Fasilitas pengolahan masih berjalan normal dan hanya berhenti sementara pada hari H,” ungkap Salman pada Rabu, 18 Maret 2026.
Langkah optimalisasi ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi TPA Sarimukti yang saat ini masih mengalami pembatasan ritasi. Dengan memaksimalkan pengolahan di dalam kota, beban pembuangan ke tempat pemrosesan akhir diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Salah satu target ambisius DLH tahun ini adalah memastikan seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah Kota Bandung dalam kondisi kosong pada saat malam takbiran. Hal ini bertujuan agar estetika dan kebersihan kota tetap terjaga saat warga merayakan Idulfitri.
Untuk menyukseskan target TPS kosong tersebut, DLH mengeluarkan imbauan khusus kepada seluruh warga. Masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah ke TPS terhitung sejak hari H hingga H+2 Lebaran.
Sebagai solusinya, “Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar masyarakat melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri selama periode tersebut,” jelas Salman.
Kemandirian warga dalam mengelola sisa konsumsi rumah tangga menjadi kunci utama keberhasilan penanganan sampah di masa libur panjang.
Selain area pemukiman, kawasan pasar juga mendapatkan atensi khusus karena aktivitas perdagangannya yang meningkat tajam jelang Lebaran. DLH meminta para pengelola pasar untuk lebih proaktif: