POLA JABAR – Penentuan hari raya Idul Fitri 1447 H di Malaysia menjadi perhatian, terutama karena adanya potensi perbedaan awal puasa dengan negara-negara Arab.
Melalui kenyataan media resmi yang dirilis pada 10 Maret 2026, otoritas keagamaan Malaysia memberikan penjelasan mengenai prosedur penetapan 1 Syawal yang akan dilakukan di Negeri Jiran tersebut.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai penetapan Lebaran 2026 di Malaysia:
1. Perbedaan Awal Ramadan
Malaysia memulai awal Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini berbeda dengan beberapa negara Arab yang sudah memulai puasa sejak 18 Februari. Perbedaan awal puasa ini memungkinkan adanya dinamika dalam penentuan akhir Ramadan di kawasan Asia Tenggara.
2. Penerapan Kriteria MABIMS
Sama seperti Indonesia, Brunei Darussalam, dan Singapura, Malaysia menerapkan kriteria imkanur rukyah MABIMS. Berdasarkan kesepakatan ini, awal bulan Hijriah dinyatakan masuk jika memenuhi dua syarat utama saat matahari terbenam:
- Ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk.
- Sudut elongasi antara Bulan dan Matahari minimal 6,4 derajat.