POLA JABAR – Jika Anda berkunjung ke desa-desa atau pesantren di Jawa Barat pada malam Jumat, suara lantunan doa bersama biasanya terdengar dari masjid atau rumah warga.

Itulah tradisi Tawasulan, sebuah warisan spiritual yang masih terjaga kuat hingga kini sebagai identitas warga lokal.

Apa sebenarnya makna di balik tradisi ini?

1. Jembatan Doa yang Khidmat

Secara bahasa, tawasul berarti perantara. Dalam tradisi warga Jawa Barat, tawasulan dilakukan dengan mengirimkan doa dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, hingga para ulama dan leluhur yang telah berjasa menyebarkan Islam. Ini adalah bentuk penghormatan dan cara agar doa yang dipanjatkan terasa lebih khusyuk.

2. Wadah Silaturahmi Tanpa Sekat

Tawasulan biasanya dilakukan berjamaah. Di sinilah nilai sosial bermain. Setelah selesai berdoa, warga biasanya berbincang santai sambil menikmati kudapan ringan. Momen ini menjadi perekat hubungan antar tetangga, tempat berbagi cerita, dan sarana saling membantu jika ada warga yang sedang kesulitan.

3. Penyejuk Hati di Tengah Kesibukan

Bagi masyarakat Jawa Barat, malam Jumat adalah waktu untuk "istirahat" sejenak dari urusan duniawi. Melalui tawasulan, batin dibersihkan dan pikiran ditenangkan. Suasana spiritual yang dibangun secara kolektif memberikan rasa aman dan damai bagi lingkungan sekitar.