POLA JABAR - Dalam lautan superfood yang beredar, teh hijau sering kali menempati posisi teratas sebagai minuman kesehatan yang tak lekang oleh waktu. Bukan tanpa alasan, manfaat utama teh hijau terletak pada kekuatan antioksidannya yang luar biasa.
Berdasarkan penelitian dan informasi kesehatan dari Penn Medicine, teh hijau adalah gudang nutrisi yang berperan vital dalam menjaga kesehatan sel dan mencegah berbagai penyakit kronis, yani sebagai berikut.
1. Mengenal Kekuatan Epigallocatechin Gallate (EGCG)
Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung konsentrasi tinggi senyawa alami yang disebut polifenol. Di antara polifenol ini, yang paling menonjol dan berperan sebagai antioksidan super adalah Epigallocatechin Gallate (EGCG).
EGCG inilah yang membuat teh hijau unggul dibandingkan jenis teh lain. Penn Medicine menjelaskan bahwa EGCG berfungsi sebagai "pemulung" radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang terbentuk secara alami dalam tubuh (atau dari polusi dan paparan sinar UV) dan dapat merusak sel, protein, serta DNA. Kerusakan inilah yang memicu penuaan dini dan berbagai penyakit, termasuk kanker dan penyakit jantung.
CATATAN AHLI: Aktivitas antioksidan EGCG diperkirakan 25 hingga 100 kali lebih kuat daripada Vitamin C dan Vitamin E. Ini menjadikannya salah satu zat pelindung sel paling efektif yang dapat kita konsumsi.
2. Mekanisme Perlindungan Antioksidan Teh Hijau
Lalu, bagaimana EGCG menjalankan tugasnya sebagai antioksidan?
Menetralisir Radikal Bebas: EGCG secara langsung menyumbangkan elektron ke radikal bebas, membuatnya menjadi stabil dan tidak lagi merusak sel sehat di sekitarnya.