POLA JABAR – Akhir-akhir ini, pembicaraan mengenai fenomena langit beralih dari gerhana menuju aktivitas matahari yang kian intens.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya fenomena Badai Magnet Bumi atau badai geomagnetik yang melanda Bumi akibat aktivitas matahari yang moderat namun tinggi.

Apa sebenarnya yang terjadi dan seberapa besar dampaknya bagi kehidupan kita? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Mengapa Badai Magnet Ini Terjadi?

Penyebab utama fenomena ini adalah ledakan besar di permukaan Matahari yang disebut sebagai Solar Flare (Suar Matahari) kelas X1.9 yang terjadi pada 18 Januari 2026.

Ledakan tersebut diikuti oleh peristiwa Coronal Mass Ejection (CME), yaitu lontaran massa korona berupa partikel bermuatan dalam jumlah masif yang terlempar tepat ke arah Bumi.

Saat aliran partikel ini menghantam medan magnet Bumi (magnetosfer), terjadi tekanan dan fluktuasi kuat yang mengakibatkan gangguan sementara pada keseimbangan magnetik planet kita.

Mengenal Level G4 ("Severe")

Menurut Geomagnetic National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), gangguan yang terjadi kali ini masuk dalam kategori Level G4 atau "Severe" (Berat). Untuk memahaminya, berikut adalah pembagian skala dampak badai magnet bumi: