POLA JABAR – Sektor pariwisata di Kota Bandung mencatatkan sejarah baru pada musim libur Lebaran 1447 Hijriah. Berdasarkan data terbaru, lonjakan wisatawan ke Kota Bandung selama libur Lebaran 2026 melampaui ekspektasi banyak pihak. Kota yang dikenal dengan kesejukan dan kuliner khasnya ini kini menjadi pusat perhatian nasional akibat arus kunjungan yang sangat masif.
Hingga pertengahan masa libur, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 700 ribu orang. Angka ini mencerminkan betapa kuatnya daya tarik ibu kota Jawa Barat tersebut sebagai destinasi liburan keluarga paling favorit di Indonesia saat ini.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengaku terkejut dengan tingginya angka kunjungan tersebut. Saat ditemui di pusat pemerintahan kota, ia menyebut lonjakan ini jauh di atas perkiraan awal yang sebelumnya telah disusun oleh tim dinas terkait. Hal ini menunjukkan bahwa tren perjalanan masyarakat pasca-pandemi telah kembali sepenuhnya, bahkan melampaui masa-masa sebelumnya.
“Jumlah pengunjung itu mencapai angka 700.000 orang. Ini betul-betul mengagetkan karena kami tidak menyangka akan setinggi ini,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung pada Jumat, 27 Maret 2026.
Melihat arus kendaraan yang terus mengalir masuk melalui gerbang tol Pasteur, Pasir Koja, hingga Buah Batu, Farhan memprediksi jumlah wisatawan akan terus bertambah pada puncak akhir pekan. Atmosfer kemenangan hari raya yang dibarengi dengan libur panjang sekolah membuat pergerakan orang semakin sulit dibendung.
Bahkan, melihat tren data harian yang masuk, total kunjungan berpotensi menembus angka 1 juta orang. Angka psikologis ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi perputaran ekonomi lokal di Kota Bandung.
“Bisa sampai 1 juta, terutama di Sabtu dan Minggu yang menjadi puncak kunjungan,” tambahnya dengan nada optimis namun tetap waspada.
Berdasarkan pengamatan di lapangan dan data okupansi hotel, mayoritas wisatawan datang dari wilayah Jabodetabek dan didominasi oleh rombongan keluarga. Keberadaan infrastruktur pendukung seperti kereta cepat dan akses tol yang semakin baik memudahkan warga ibu kota untuk menjadikan Bandung sebagai pelarian singkat dari kepenatan kerja.
Keluarga-keluarga ini terpantau memadati kawasan pusat perbelanjaan, sentra kuliner di Jalan Riau, hingga objek wisata alam di Bandung Utara. Farhan menilai tren tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang tidak mencapai target. Peningkatan signifikan ini menunjukkan daya tarik Kota Bandung masih sangat kuat di mata publik nasional.