POLA JABAR – Keruhnya air banjir sering kali menyembunyikan berbagai bahaya di dasar genangan, mulai dari paku berkarat, pecahan kaca, hingga potongan seng yang tajam.
Dalam kondisi evakuasi atau saat membersihkan rumah, banyak warga yang tidak menyadari kaki atau tangannya tergores benda tajam hingga air surut.
Luka yang didapat dari air banjir tidak bisa dianggap remeh.
Air banjir mengandung jutaan bakteri dan kotoran yang dapat memicu infeksi hebat hingga risiko tetanus jika tidak segera ditangani dengan prosedur medis yang benar.
Langkah Darurat Saat Tergores
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami luka saat berada di dalam genangan, segera lakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut ini:
- Segera Keluar dari Air Banjir: Jangan biarkan luka tetap terendam di dalam air kotor. Segera menuju tempat yang kering agar bakteri dari air banjir tidak masuk lebih dalam ke aliran darah melalui luka yang terbuka.
- Bersihkan dengan Air Mengalir dan Sabun: Cuci luka menggunakan air bersih yang mengalir selama minimal 5-10 menit. Gunakan sabun antiseptik atau sabun mandi biasa untuk menghilangkan lumpur dan kotoran yang menempel di sekitar area luka.
- Hentikan Perdarahan: Tekan luka dengan kain bersih atau kasa steril selama beberapa menit hingga perdarahan berhenti. Jika luka berada di tangan atau kaki, posisikan bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah ke area tersebut.
- Gunakan Antiseptik: Berikan cairan antiseptik seperti povidone-iodine setelah luka dikeringkan. Hindari penggunaan bahan tradisional seperti kopi atau bubuk dapur yang belum terjamin kebersihannya karena justru dapat memicu infeksi baru.
- Tutup Luka dengan Perban Steril: Tutup luka dengan plester atau kain kasa bersih untuk melindunginya dari paparan debu dan lalat yang bisa membawa kuman penyakit.
Kapan Harus ke Dokter?
Masyarakat dihimbau untuk segera mencari bantuan medis di puskesmas atau posko kesehatan terdekat jika mengalami kondisi berikut: