POLA JABAR – Menjelang bulan suci Ramadan, banyak umat Muslim mulai sibuk melunasi utang puasa (Qadha). Namun, tak jarang muncul kebingungan ketika seseorang lupa secara pasti berapa jumlah hari yang harus diganti.

Dalam hukum fikih, Islam memberikan solusi yang memudahkan tanpa mengesampingkan kewajiban. Berikut adalah tata cara menggantinya:

1. Mengambil Jumlah Maksimal (Prinsip Kehati-hatian)

Jika Anda ragu apakah utang puasa berjumlah 5 atau 7 hari, para ulama menganjurkan untuk mengambil angka yang paling yakin atau jumlah yang paling banyak (dalam hal ini 7 hari). Prinsip kehati-hatian (ihtiyat) ini bertujuan agar tanggungan kewajiban benar-benar terbayar lunas di mata Allah SWT.

2. Melakukan Estimasi yang Paling Mendekati

Cobalah untuk mengingat kembali momen-momen saat berhalangan puasa, misalnya berdasarkan rata-rata siklus haid bagi wanita atau durasi sakit. Jika setelah dihitung estimasi maksimalnya adalah 10 hari, maka laksanakanlah Qadha sebanyak 10 hari tersebut.

3. Niat yang Tulus

Saat melaksanakan puasa pengganti, cukup niatkan di dalam hati untuk melunasi seluruh kewajiban puasa Ramadan yang tertinggal. Allah SWT Maha Mengetahui niat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh ingin menunaikan kewajiban meski dalam kondisi ragu akan jumlahnya.

4. Melakukan Puasa Sunnah Sekaligus Qadha