POLA JABAR - Ubi jalar (sweet potato), yang dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks yang mengenyangkan, ternyata menyimpan harta karun nutrisi yang memiliki dampak signifikan dan mengesankan pada kesehatan sistem saraf manusia. Penelitian dalam jurnal seperti Neurology Today menyoroti bahwa peran ubi jauh melampaui fungsi energi semata; ubi adalah kontributor vital bagi fungsi otak dan perlindungan saraf.
Efek positif ini sebagian besar berasal dari kandungan mikronutrien penting, terutama Vitamin B6 dan Kalium. Vitamin B6 sangat esensial dalam sintesis neurotransmiter zat kimia yang memungkinkan sel-sel saraf (neuron) berkomunikasi satu sama lain. Neurotransmiter ini, seperti serotonin, dopamin, dan GABA, mengatur suasana hati, kualitas tidur, dan respon stres.
Kekurangan B6 dapat mengganggu komunikasi saraf, yang berpotensi memicu masalah neurologis. Sementara itu, Kalium adalah elektrolit krusial yang berperan penting dalam menjaga potensial aksi saraf, yaitu mekanisme dasar bagaimana sinyal listrik merambat di sepanjang sel saraf.
Dengan menyediakan dua komponen penting ini, ubi secara langsung mendukung transmisi sinyal saraf yang efisien dan menjaga stabilitas sistem saraf secara keseluruhan.
Selain itu, ubi jalar, terutama varietas ungu dan oranye yang kaya warna, adalah gudang antioksidan kuat, terutama antosianin dan beta-karoten (prekursor Vitamin A). Antioksidan ini memainkan peran pelindung kritis terhadap sistem saraf. Otak adalah organ yang sangat rentan terhadap stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan, yang dapat merusak neuron dan berkontribusi pada perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Antosianin, pigmen yang memberikan warna ungu pada ubi, telah terbukti dalam beberapa studi memiliki kemampuan untuk menembus blood-brain barrier (sawar darah otak), di mana ia dapat menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan saraf (neuroinflammation).
Pengurangan peradangan ini sangat penting karena peradangan kronis dianggap sebagai faktor pendorong utama kerusakan saraf dan penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, konsumsi ubi secara rutin tidak hanya menyediakan energi, tetapi juga membangun perisai antioksidan untuk menjaga kesehatan jangka panjang neuron.
Faktor lain yang membuat ubi jalar sangat baik untuk sistem saraf adalah kandungan serat dan dampaknya pada kesehatan usus, yang semakin diakui memiliki koneksi dua arah yang kuat dengan otak (gut-brain axis).
Serat yang ada di ubi membantu menjaga mikrobioma usus yang sehat dengan bertindak sebagai prebiotik memberi makan bakteri baik. Usus yang sehat berkontribusi pada produksi neurotransmiter (sebagian besar serotonin tubuh diproduksi di usus) dan juga mengatur respons peradangan sistemik. Ketika usus meradang, sinyal peradangan dapat menjalar ke otak, mengganggu fungsi kognitif dan suasana hati.