POLA JABAR – Hari Raya Kuningan merupakan salah satu hari suci terpenting dalam ajaran Hindu Dharma, khususnya di Bali.
Perayaan ini berlangsung setiap 210 hari sekali, tepat pada Saniscara Kliwon, Wuku Kuningan, sesuai dengan kalender Bali.
Tahun 2025, Hari Raya Kuningan dirayakan pada Sabtu, 29 November 2025 sebagai puncak rangkaian suci setelah Hari Galungan.
Kuningan dipandang sebagai momen penuh cahaya dan kedamaian, di mana umat Hindu memperkuat spiritualitas, menjaga kesucian hati, serta memantapkan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).
Selain itu, hari suci ini juga diyakini sebagai waktu turunnya para dewa dan leluhur ke bumi untuk memberikan berkah.
Makna Hari Raya Kuningan dalam Hindu
Perayaan Kuningan memiliki sejumlah makna mendalam bagi umat Hindu Dharma, di antaranya:
1. Simbol Kemenangan Dharma
Hari Kuningan menjadi penegasan bahwa kebaikan selalu menang atas kejahatan. Setelah rangkaian Galungan, Kuningan hadir sebagai pengingat bahwa kemenangan harus dirawat melalui perilaku dan pikiran yang baik setiap hari.