POLA JABAR - Kacang almond telah lama dinobatkan sebagai salah satu superfood berkat kandungan lemak sehat, serat, dan proteinnya yang tinggi. Namun, saat berada di lorong supermarket, kita sering dihadapkan pada dua pilihan utama: almond mentah (raw) atau almond panggang (roasted).
Banyak orang beranggapan bahwa proses pemanggangan dapat merusak nutrisi penting di dalam kacang. Di sisi lain, almond mentah kerap dikaitkan dengan risiko bakteri tertentu. Melansir data dari Healthline, berikut adalah bedah tuntas mengenai perbandingan nutrisi, manfaat, serta risiko dari kedua jenis almond tersebut.
Komposisi Nutrisi: Serupa tapi Tak Sama
Secara garis besar, almond mentah dan panggang memiliki profil nutrisi yang sangat mirip. Keduanya mengandung jumlah karbohidrat, protein, dan serat yang hampir identik. Namun, proses pemanggangan memang sedikit mengubah komposisi lemak dan kandungan air.
Almond mentah mengandung lebih banyak air namun sedikit lebih rendah lemak jika dibandingkan dengan almond panggang dalam berat yang sama. Saat dipanggang, almond kehilangan kadar airnya, sehingga konsentrasi lemak dan kalorinya menjadi sedikit lebih padat per gramnya. Namun, selisih ini sangat kecil dan tidak signifikan bagi mereka yang sedang menjalani program diet.
Dampak Pemanggangan terhadap Lemak Sehat
Almond kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang baik untuk kesehatan jantung. Masalahnya, lemak ini bersifat sensitif terhadap panas. Ketika almond dipanggang dalam suhu tinggi dan waktu yang lama, lemak tak jenuh tersebut dapat teroksidasi.
Oksidasi lemak dapat menyebabkan pembentukan radikal bebas yang berpotensi merusak sel tubuh. Namun, Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Penelitian menunjukkan bahwa jika pemanggangan dilakukan pada suhu rendah hingga sedang (di bawah 150°C), kerusakan lemak ini dapat diminimalisir sehingga manfaat jantungnya tetap terjaga.
Hilangnya Vitamin Akibat Suhu Panas