POLA JABAR – Langkah besar dalam upaya penataan dan pembenahan Bandung Zoo kini telah memasuki fase krusial. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat, telah mencapai kesepakatan mengenai standar kualitas dan batasan kriteria bagi pihak-pihak yang berminat mengelola lembaga konservasi ikonik tersebut.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa sinergi lintas pemerintah ini sangat penting untuk memastikan masa depan Bandung Zoo dikelola oleh entitas yang memiliki kapasitas hukum dan kompetensi yang mumpuni.
“Hari ini Bandung Zoo sudah keluar keputusan dari pengelola bersama, dari Pemkot, Pemprov, dan Pemerintah Pusat tentang batas-batas kategori bagi lembaga-lembaga konservasi berbadan hukum yang akan masuk dalam pengelolaan,” ujarnya di Hotel Grandia, Kamis 9 April 2026.
Guna menindaklanjuti kesepakatan kriteria tersebut, Muhammad Farhan berencana untuk segera melakukan pertemuan teknis dengan Panitia Seleksi (Pansel).
Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan tahapan penjaringan dan mekanisme evaluasi bagi para calon pengelola yang akan masuk dalam bursa seleksi.
Kepastian mengenai jadwal pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat proses transisi manajemen agar pembenahan Bandung Zoo dapat segera dirasakan manfaatnya oleh publik.
“Insyaallah besok saya akan ketemu dengan pansel. Mudah-mudahan sudah bisa ketemu,” katanya.
Meskipun persyaratan yang ditetapkan cukup ketat, Bandung Zoo tetap menjadi daya tarik besar bagi para pelaku industri konservasi.
Farhan membocorkan bahwa saat ini sudah ada beberapa pihak yang secara serius menunjukkan ketertarikan untuk mengambil alih pengelolaan kebun binatang yang terletak di jantung Kota Bandung ini.