POLA JABAR - Fish and Chips, hidangan sederhana yang terdiri dari potongan ikan putih yang digoreng dengan adonan renyah (batter) ditemani kentang goreng tebal, adalah lebih dari sekadar makanan cepat saji di Inggris; ia merupakan sebuah institusi kuliner yang tak terpisahkan dari identitas dan sejarah London khususnya, dan seluruh Inggris Raya pada umumnya.
Warisan kuliner ini diperkirakan mulai populer pada paruh kedua abad ke-19, bertepatan dengan masa Revolusi Industri, di mana kebutuhan akan makanan yang cepat, mengenyangkan, dan terjangkau bagi populasi kelas pekerja yang berkembang pesat sangat tinggi.
Sejarawan kuliner meyakini bahwa hidangan ini merupakan perpaduan dua tradisi: ikan goreng yang diperkenalkan oleh imigran Yahudi Sephardic dari Spanyol dan Portugal, dan kentang goreng yang konon pertama kali muncul di Belgia atau Prancis, yang kemudian diadopsi dan dipopulerkan secara massal di Inggris. Kombinasi ini lahir dari kebutuhan praktis dan segera menjadi populer karena ketersediaan bahan baku serta cara penyajiannya yang efisien dan ekonomis.
Popularitas Fish and Chips di London meluas dengan cepat seiring perkembangan infrastruktur transportasi, terutama rel kereta api, yang memungkinkan ikan segar dari pelabuhan seperti Grimsby, Hull, dan Fleetwood diangkut dengan cepat ke kota-kota besar di pedalaman.
Ketersediaan ikan yang stabil, ditambah dengan melimpahnya kentang, memastikan hidangan ini tetap murah dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat, bahkan selama periode perang dunia.
Selama Perang Dunia I dan II, Fish and Chips adalah salah satu dari sedikit makanan yang tidak dikenakan penjatahan (rationing), sebuah bukti nyata akan statusnya sebagai makanan pokok nasional dan sumber semangat rakyat.
Tradisi awal penyajiannya yang unik, yaitu dibungkus dengan koran bekas untuk menjaga panas dan menyerap minyak, kini telah berevolusi menjadi bungkus kertas khusus yang lebih higienis, namun esensi dari hidangan ini kenyamanan, kehangatan, dan kepuasan tidak pernah berubah.
Hingga hari ini, Fish and Chips tetap menjadi hidangan yang otentik dan dicari, dengan ribuan toko chippy tersebar di seluruh London dan Inggris. Berdasarkan laporan dan eksplorasi oleh National Geographic, ikan yang paling umum digunakan adalah Cod atau Haddock, dipilih karena dagingnya yang putih, bertekstur flaky, dan rasanya yang ringan.
Rahasia kelezatan terletak pada adonan batter yang renyah dan mengembang, sering kali dibuat dengan campuran tepung terigu, sedikit garam, dan yang paling penting, air berkarbonasi atau bir dingin, yang membantu menciptakan tekstur ringan dan airy saat digoreng.