POLA JABAR - Melon Cantaloupe (Cucumis melo L. var. reticulatus) adalah salah satu varietas buah yang paling digemari di seluruh dunia karena aromanya yang harum dan rasanya yang manis menyegarkan.
Namun, tahukah Anda bahwa buah dengan daging berwarna jingga ini menyimpan sejarah panjang dan profil nutrisi yang luar biasa menurut standar Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA)?
Asal-usul: Dari Lembah Persia ke Seluruh Dunia
Meskipun populer di Amerika dan Eropa, melon Cantaloupe diyakini berasal dari wilayah Timur Tengah, tepatnya di Persia (Iran). Budidaya buah ini kemudian menyebar ke Mesir kuno dan wilayah Mediterania.
Nama "Cantaloupe" sendiri diambil dari nama sebuah kota kecil di Italia bernama Cantalupo, dekat Roma. Di sanalah benih melon ini ditanam untuk pertama kalinya di daratan Eropa setelah dibawa dari Armenia pada abad ke-15. Kini, Cantaloupe menjadi komoditas global yang dibudidayakan di berbagai iklim tropis dan subtropis.
Profil Nutrisi Berdasarkan Data USDA
Mengacu pada data United States Department of Agriculture (USDA), melon Cantaloupe adalah buah rendah kalori namun sangat padat nutrisi. Dalam 100 gram daging buah Cantaloupe segar, terkandung:
Vitamin A: Sangat tinggi (dalam bentuk beta-karoten).
Vitamin C: Memenuhi sebagian besar kebutuhan harian untuk imunitas.