POLA JABAR - Dalam dunia kuliner Italia, pasta bukan sekadar bahan makanan, melainkan sebuah seni yang ditentukan oleh tekstur dan rasa. Salah satu perdebatan yang sering muncul di dapur adalah penggunaan antara spageti kering (dried pasta) dan spageti segar (fresh pasta). 

Meskipun keduanya tampak serupa saat sudah tersaji di piring, keduanya memiliki karakteristik, bahan penyusun, dan kegunaan yang sangat berbeda.

Mengacu pada panduan dari BBC Good Food, memahami perbedaan ini adalah kunci untuk menciptakan hidangan yang autentik.

Karakteristik dan Bahan Baku Spageti Kering

Spageti kering adalah jenis yang paling umum kita temukan di rak supermarket. Pasta ini terbuat dari campuran tepung gandum durum (semolina) dan air. Proses pembuatannya melibatkan pengeringan dalam suhu tertentu agar memiliki masa simpan yang lama.

Keunggulan utama dari spageti kering terletak pada teksturnya yang kokoh. Saat dimasak dengan benar, spageti kering akan mencapai tingkat kematangan al dente sebuah kondisi di mana pasta memiliki gigitan yang kenyal namun tetap lembut di tengah. Karena strukturnya yang kuat, spageti kering sangat cocok dipadukan dengan saus yang kental, berbumbu tajam, atau saus berbasis minyak zaitun yang melimpah.

Keistimewaan Spageti Segar

Berbeda dengan versi kering, spageti segar biasanya dibuat menggunakan tepung terigu halus dan telur segar. Penggunaan telur memberikan warna kuning yang lebih cerah serta tekstur yang jauh lebih lembut dan halus di mulut.

Karena kandungan kelembapannya yang tinggi, spageti segar tidak bisa disimpan lama di suhu ruang dan harus segera dimasak atau disimpan di lemari pendingin.