POLA JABAR - Bagi sebagian besar orang, susu adalah menu wajib dalam sarapan. Namun, saat berdiri di depan rak pendingin supermarket, kita seringkali dihadapkan pada pilihan yang membingungkan: harus memilih susu full cream (whole milk) atau susu rendah lemak (low fat)?

Debat mengenai mana yang lebih baik bagi kesehatan telah berlangsung lama. Melansir data dari Mayo Clinic, pilihan antara kedua jenis susu ini sebenarnya sangat bergantung pada kondisi kesehatan personal, tujuan berat badan, dan kebutuhan nutrisi harian Anda.

Apa Itu Susu Full Cream dan Low Fat?

Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada persentase lemak yang terkandung di dalamnya setelah diproses. Susu full cream biasanya mengandung sekitar 3,25% lemak susu. Sebaliknya, susu low fat umumnya memiliki kandungan lemak 1%, sementara susu skim atau non-fat mengandung kurang dari 0,5% lemak.

Meskipun kandungan lemaknya berbeda, Mayo Clinic menekankan bahwa kedua jenis susu ini tetap menyediakan nutrisi esensial yang sama, seperti kalsium, protein, vitamin D, dan potasium.

Keunggulan Susu Full Cream: Rasa dan Penyerapan Vitamin

Susu full cream sering kali menjadi pilihan karena teksturnya yang lebih creamy dan rasa yang lebih gurih. Namun, dari sisi medis, lemak dalam susu full cream memiliki peran fungsional. Beberapa jenis vitamin, seperti vitamin A dan D, bersifat larut dalam lemak. Kehadiran lemak alami dalam susu dapat membantu tubuh menyerap vitamin-vitamin ini secara lebih efektif.

Selain itu, lemak dalam susu memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Penelitian terbaru yang dikutip dalam lingkup kesehatan global menunjukkan bahwa konsumsi lemak susu dalam jumlah moderat tidak selalu berkorelasi langsung dengan obesitas, asalkan total kalori harian tetap terjaga.

Mengapa Memilih Susu Low Fat?