POLA JABAR – Tepat hari ini, 24 Maret, kita mengenang kembali peristiwa besar yang terjadi 80 tahun silam. Pada 24 Maret 1946, sekitar 200.000 warga Bandung memilih membakar rumah mereka dan mengungsi ke selatan demi menjaga kedaulatan bangsa.
Peristiwa heroik yang dikenal sebagai Bandung Lautan Api ini kini diabadikan melalui 10 stilasi monumen kecil yang tersebar di sudut-sudut kota.
Stilasi berbentuk prisma setinggi 140 cm karya seniman Sunaryo ini bukan sekadar pajangan, melainkan penanda lokasi penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Berikut adalah 10 titik jejak perjuangan tersebut:
1. Gedung De Driekleur (Jalan Sultan Agung)
Gedung ikonik ini merupakan lokasi pertama kalinya teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di Kota Bandung. Dahulu, bangunan ini berfungsi sebagai kantor berita Jepang, Domei.
2. Gedung Denis (Persimpangan Braga-Naripan)
Di lokasi yang kini menjadi kantor bank bjb ini, pejuang Bandung bernama Moeljono dan E. Karmas melakukan aksi heroik merobek warna biru pada bendera Belanda pada Oktober 1945.
3. Eks Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij (Jl. Gedung Wanita)
Terletak di seberang utara Masjid Raya Bandung, gedung ini dulunya merupakan markas resimen dan tempat para pemimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melangsungkan rapat penting.