POLA JABAR – Pernahkah Anda merasa parfum yang tadinya wangi segar berubah menjadi aneh atau bahkan tidak sedap setelah tubuh berkeringat? Jangan buru-buru menyalahkan kualitas parfumnya. Secara ilmiah, hal ini terjadi karena reaksi kimia yang wajar pada kulit manusia.
Berikut adalah alasan mengapa aroma parfum Anda bisa berubah:
1. Perubahan pH Kulit
Keringat mengandung garam dan mineral yang dapat mengubah tingkat keasaman (pH) kulit. Saat pH kulit berubah, molekul aroma dalam parfum bereaksi secara berbeda. Parfum yang diformulasikan untuk pH normal bisa "pecah" aromanya saat bercampur dengan keringat yang terlalu asam.
2. Bakar Kuman (Bakteri)
Keringat sebenarnya tidak berbau. Bau muncul ketika keringat bertemu dengan bakteri di permukaan kulit. Bakteri ini memecah protein dalam keringat menjadi asam. Jika Anda menyemprotkan parfum di atas area yang berkeringat, aroma parfum akan "bertabrakan" dengan hasil pemecahan bakteri tersebut.
3. Suhu Tubuh yang Meningkat
Keringat adalah tanda suhu tubuh naik. Panas tubuh mempercepat penguapan top notes (aroma awal) parfum lebih cepat dari seharusnya. Akibatnya, yang tersisa hanya aroma dasar (base notes) yang jika bercampur dengan aroma tubuh alami akan menghasilkan bau yang berbeda.***