POLA JABAR – Saat siang hari, langit tampak biru cerah dengan matahari sebagai satu-satunya benda langit yang dominan.
Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, ke mana perginya ribuan bintang yang biasanya menghiasi malam? Apakah mereka benar-benar menghilang?
Faktanya, bintang-bintang tersebut tetap berada di tempatnya. Alasan kita tidak bisa melihatnya di siang hari berkaitan erat dengan atmosfer bumi dan sifat cahaya.
Hamburan Cahaya Matahari
Penyebab utama "menghilangnya" bintang adalah proses yang disebut Rayleigh Scattering atau hamburan Rayleigh. Saat cahaya matahari yang sangat kuat memasuki atmosfer bumi, cahaya tersebut bertabrakan dengan molekul gas dan partikel di udara.
Cahaya biru yang memiliki gelombang lebih pendek menyebar ke segala arah, sehingga membuat langit kita tampak berwarna biru cerah.
Cahaya hamburan ini jauh lebih terang dibandingkan cahaya redup dari bintang-bintang yang jaraknya tahun cahaya dari bumi, sehingga mata kita tidak mampu menangkap cahaya bintang tersebut.
Kontras dan Adaptasi Mata
Mata manusia memiliki kemampuan adaptasi terhadap cahaya. Di siang hari, pupil mata kita mengecil karena banyaknya cahaya matahari yang masuk. Akibatnya, mata menjadi kurang sensitif terhadap sumber cahaya yang sangat lemah seperti bintang.