POLA JABAR - Bagi banyak orang, potongan daging sapi yang juicy atau olahan daging seperti burger adalah menu favorit yang sulit ditolak. Namun, laporan kesehatan dari Harvard Health Publishing memberikan peringatan serius bagi para pencinta protein hewani ini. Penelitian selama puluhan tahun menunjukkan bahwa konsumsi daging merah yang berlebihan berkorelasi kuat dengan risiko penyakit kronis yang mematikan.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh saat kita terlalu sering mengkonsumsi daging merah? Mari kita bedah alasan medisnya secara mendalam.

1. Hubungan Erat dengan Penyakit Jantung dan Stroke

Salah satu alasan utama pakar kesehatan di Harvard menyarankan pengurangan daging merah adalah kandungan lemak jenuhnya yang tinggi. Lemak jenuh dikenal sebagai pemicu utama kenaikan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Ketika LDL menumpuk, pembuluh darah akan menyempit dan mengeras, yang menjadi cikal bakal serangan jantung dan stroke.

Lebih dari sekadar lemak, penelitian terbaru juga menyoroti peran L-karnitin dalam daging merah. Zat ini, saat dicerna oleh bakteri usus, akan menghasilkan senyawa bernama TMAO (trimethylamine N-oxide) yang terbukti merusak dinding arteri dan mempercepat penyumbatan pembuluh darah.

2. Risiko Kanker Kolorektal yang Mengintai

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui badan riset kankernya telah mengklasifikasikan daging merah sebagai zat karsinogenik kelas 2A (kemungkinan besar memicu kanker). Riset Harvard memperkuat hal ini dengan menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi daging merah yang tinggi dengan kanker usus besar atau kolorektal.

Bahaya ini meningkat berkali-kali lipat jika daging yang dikonsumsi adalah daging olahan seperti sosis, ham, atau kornet. Daging olahan mengandung pengawet nitrat dan natrium dalam jumlah tinggi yang dapat merusak sel-sel di lapisan usus.

3. Ancaman Diabetes Tipe 2