POLA JABAR – Pernahkah Anda berada dalam sebuah situasi yang terasa sangat akrab, seolah-olah Anda sudah pernah mengalaminya di masa lalu, padahal itu adalah pengalaman pertama kali?
Fenomena ini dikenal dengan istilah de javu. Meski sering dikaitkan dengan hal mistis, para ilmuwan memiliki penjelasan logis di balik kejadian unik ini.
Berikut adalah beberapa teori ilmiah yang menjelaskan mengapa otak kita mengalami de javu:
1. Teori Split Perception (Persepsi yang Terbagi)
Teori ini menjelaskan bahwa de javu terjadi ketika otak menerima informasi melalui indra, namun ada jeda waktu yang sangat singkat dalam memprosesnya. Misalnya, Anda melihat sebuah pemandangan sambil terdistraksi.
Saat Anda melihat kembali pemandangan tersebut secara fokus, otak merasa seolah-olah melihat hal itu sebagai memori lama, padahal itu adalah informasi yang baru saja masuk sedetik sebelumnya.
2. Gangguan pada Sirkuit Memori
Otak kita memiliki bagian bernama hippocampus yang bertugas menyimpan memori jangka panjang dan mengenali kefamilieran. Kadang-kadang, terjadi "salah kirim" atau gangguan listrik kecil di saraf otak.
Hal ini membuat pengalaman yang baru saja terjadi langsung dikategorikan sebagai memori jangka panjang oleh otak, sehingga muncul perasaan bahwa kejadian tersebut sudah pernah terjadi.