POLA JABAR - Di tengah meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan diet berbasis tanaman (plant-based), susu almond telah bertransformasi dari produk khusus di toko kesehatan menjadi penghuni tetap di rak-rak supermarket besar. 

Bagi banyak orang, susu almond bukan sekadar alternatif bagi mereka yang intoleran terhadap laktosa, melainkan pilihan sadar untuk mendukung kesehatan jantung dan manajemen berat badan.

Mengapa Susu Almond Begitu Diminati?

Satu hal yang membuat susu almond unggul adalah profil kalorinya yang rendah. Jika dibandingkan dengan susu sapi utuh (whole milk), susu almond tanpa pemanis mengandung kalori yang jauh lebih sedikit, menjadikannya sahabat bagi mereka yang sedang menjaga asupan energi harian.

Selain itu, susu almond secara alami bebas kolesterol dan lemak jenuh. Mengutip prinsip kesehatan dari sumber terpercaya seperti Harvard Health, mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh yang banyak ditemukan dalam kacang-kacangan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menjaga kesehatan arteri jantung.

Nutrisi di Balik Rasa yang Gurih

Meskipun proses pembuatannya melibatkan penyaringan kacang almond dengan air, nutrisi yang tersisa tetap memberikan manfaat signifikan, terutama jika Anda memilih produk yang telah diperkaya (fortified).