POLA JABAR – Banyak penumpang pesawat mengalami telinga terasa tersumbat, berdengung, bahkan nyeri saat pesawat lepas landas atau mendarat.

Kondisi ini umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya, namun bisa menimbulkan ketidaknyamanan selama penerbangan. Secara medis, gangguan ini dikenal dengan istilah ear barotrauma atau tekanan telinga.

Rasa tersumbat muncul karena adanya perbedaan tekanan udara antara bagian luar telinga dan ruang di dalam telinga tengah.

Saat pesawat naik atau turun, perubahan tekanan udara berlangsung cepat, sementara tuba eustachius saluran yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang hidung tidak selalu bisa menyesuaikan tekanan dengan cukup cepat.

Ketika saluran ini tidak terbuka sempurna, udara tidak dapat mengalir keluar atau masuk dengan baik, sehingga gendang telinga seperti terdorong ke dalam atau ke luar. Inilah yang menimbulkan sensasi penuh, tersumbat, berdenging, atau rasa tidak nyaman pada telinga.

Faktor seperti pilek, alergi, sinusitis, atau sedang mengalami infeksi saluran pernapasan dapat memperparah kondisi ini karena membuat tuba eustachius semakin sulit terbuka. Meski begitu, biasanya keluhan akan hilang sendiri setelah tekanan kembali stabil.***