POLA JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan perundungan (bullying) yang melibatkan siswa di salah satu sekolah di Kota Bandung. Mengingat pihak yang terlibat baik korban maupun terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur, Farhan menegaskan bahwa proses penanganannya harus dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Fokus utama saat ini adalah membangun dialog antara keluarga korban, keluarga pelaku, dan pihak sekolah.

“Kita memang sedang berkomunikasi secara mendalam dengan para orang tua. Komunikasi di antara mereka menjadi faktor kunci dalam penyelesaian masalah ini,” ujar Muhammad Farhan pada Rabu 28 Januari 2026.

Farhan menjelaskan bahwa penegakan hukum dalam konteks anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Ada prosedur khusus yang wajib diikuti untuk memastikan hak-hak anak tetap terlindungi.

“Ada cara yang sangat spesifik dalam menangani kasus anak. Kita tidak bisa langsung melakukan tindakan hukum secara serta-merta tanpa mempertimbangkan aspek perlindungan mereka,” tambahnya.

Dalam proses pendampingan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung bersinergi dengan Dinas Pendidikan (Disdik). Kedua instansi ini bertugas melakukan pendekatan terkoordinasi untuk memulihkan kondisi psikologis anak.

Tak hanya di level dinas, peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah juga diperkuat sebagai garda terdepan pendampingan siswa. Guru BK diharapkan mampu memberikan dukungan moral dan emosional yang stabil bagi para murid yang terdampak.

Menariknya, Farhan mengajak masyarakat untuk melihat kasus ini dengan perspektif yang lebih luas. Menurutnya, baik korban maupun pelaku adalah anak-anak yang pada dasarnya merupakan subjek perlindungan hukum.

“Kita harus melihat dari perspektif bahwa kedua belah pihak adalah anak-anak. Baik yang menerima perlakuan maupun yang melakukan, keduanya membutuhkan perlindungan dan bimbingan,” tegas Farhan.