POLA JABAR - Camilan sehat, tekstur renyah, dan kaya akan nutrisi itulah citra yang melekat pada almond. Namun, dibalik popularitasnya sebagai superfood, almond menyimpan risiko yang signifikan bagi kelompok orang tertentu. Bagi penderita alergi, memahami perbedaan antara berbagai jenis kacang bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan hal krusial yang menyangkut keselamatan nyawa.
Merujuk pada data dan riset dari Mayo Clinic, berikut adalah ulasan mendalam mengenai risiko alergi almond dan bagaimana cara menavigasi pola makan dengan aman.
Mengapa Almond Berbeda dari Kacang Tanah?
Hal pertama yang perlu dipahami adalah klasifikasi biologisnya. Banyak orang mengira semua kacang itu sama, padahal secara sains, mereka sangat berbeda:
Kacang Tanah (Peanuts): Sebenarnya termasuk dalam keluarga legum (polong-polongan), seperti buncis dan kedelai. Mereka tumbuh di bawah tanah.
Tree Nuts (Kacang Pohon): Almond masuk dalam kategori ini, bersama dengan kenari, mete, dan pistachio. Mereka tumbuh di pepohonan.
Secara medis, jika seseorang alergi terhadap kacang tanah, mereka belum tentu alergi terhadap almond. Namun, Mayo Clinic mencatat bahwa sekitar 25 hingga 40 persen orang yang alergi terhadap kacang tanah juga memiliki reaksi alergi terhadap setidaknya satu jenis kacang pohon (seperti almond).
Gejala yang Harus Diwaspadai
Reaksi alergi almond terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi protein dalam almond sebagai ancaman. Gejala bisa muncul dalam hitungan menit hingga dua jam setelah terpapar. Gejala yang umum meliputi: