POLA JABAR – Intermittent Fasting (IF) atau puasa intermiten kini menjadi primadona bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus mengganti menu makanan secara ekstrem.
Berbeda dengan diet pada umumnya, IF lebih fokus pada kapan Anda makan, bukan hanya apa yang Anda makan.
Metode yang paling populer adalah protokol 16:8, di mana Anda berpuasa selama 16 jam dan memiliki waktu makan selama 8 jam.
Misalnya, Anda mulai makan pada pukul 12 siang dan berhenti pada pukul 8 malam. Selama jendela puasa, Anda tetap diperbolehkan minum air putih, kopi, atau teh tanpa gula agar metabolisme tetap berjalan.
Secara medis, saat tubuh berpuasa dalam durasi yang cukup lama, kadar insulin akan menurun drastis. Kondisi ini memicu tubuh untuk mulai membakar cadangan lemak sebagai sumber energi utama.
Selain ampuh membakar lemak, metode ini juga diketahui dapat meningkatkan fokus mental dan membantu sel-sel tubuh melakukan perbaikan mandiri (autofagi).***