POLA JABAR - Selama ini, wortel identik dengan kesehatan mata berkat kandungan Vitamin A yang melimpah. Namun, riset terbaru yang diulas dalam Nature Reviews Nutrition menyingkap tabir yang lebih dalam: wortel adalah salah satu agen terbaik dalam memerangi stres oksidatif, sebuah kondisi yang menjadi biang kerok berbagai penyakit kronis dan penuaan dini.

Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh tidak sebanding dengan kemampuan antioksidan untuk menetralkannya. Jika dibiarkan, kondisi ini akan merusak sel, protein, hingga DNA manusia. Di sinilah wortel masuk sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja dari dalam sel.

Kekuatan Karotenoid: Lebih dari Sekadar Pewarna Alami

Warna oranye cerah pada wortel bukan sekadar hiasan. Warna tersebut berasal dari konsentrasi tinggi beta-karoten, alfa-karoten, dan lutein. Berdasarkan laporan ilmiah, senyawa karotenoid ini berfungsi sebagai antioksidan kuat yang mampu mendonorkan elektron kepada molekul radikal bebas yang tidak stabil.

Proses "donor" ini sangat krusial. Dengan menstabilkan radikal bebas, karotenoid dalam wortel mencegah terjadinya reaksi berantai yang dapat menyebabkan peradangan sistemik. Menariknya, Nature Reviews Nutrition menyoroti bahwa bioavailabilitas atau penyerapan senyawa ini akan meningkat secara signifikan jika wortel dikonsumsi dalam kondisi matang atau diolah dengan sedikit lemak sehat.

Bagaimana Wortel Melindungi Sel Kita?

Mekanisme pengurangan stres oksidatif oleh wortel bekerja melalui beberapa jalur biologis yang kompleks namun sangat efektif bagi tubuh manusia:

1. Menetralkan Spesies Oksigen Reaktif (ROS)

Paparan polusi, radiasi UV, dan sisa metabolisme menciptakan molekul berbahaya yang disebut ROS. Kandungan poliasetilen dalam wortel (seperti falcarinol) bekerja sinergis dengan beta-karoten untuk meredam aktivitas ROS sebelum mereka sempat menyerang dinding sel.