POLA JABAR – Pada bulan Maret mendatang, bumi akan mengalami fenomena astronomi yang disebut Equinox.

Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun dan selalu menarik perhatian karena posisi matahari yang berada tepat di atas garis khatulistiwa.

Lantas, apa dampak nyata yang dirasakan oleh penduduk di wilayah tropis seperti Indonesia?

Apa Itu Equinox?

Istilah Equinox berasal dari bahasa Latin aequus (sama) dan nox (malam).

Secara ilmiah, fenomena ini terjadi ketika matahari melintasi garis ekuator langit, sehingga kutub utara dan kutub selatan bumi berada pada jarak yang sama dari matahari.

Pada saat ini, durasi siang dan malam di seluruh dunia hampir sama rata, yaitu masing-masing sekitar 12 jam.

Di tahun 2026, Vernal Equinox (Ekuinoks Musim Semi) diprediksi terjadi pada bulan Maret, sementara Autumnal Equinox (Ekuinoks Musim Gugur) akan terjadi pada bulan September.

Dampak di Wilayah Tropis (Indonesia)