POLA JABAR - Kacang tanah merupakan salah satu komoditas pangan paling populer di dunia. Di Indonesia, tanaman ini menjadi bahan dasar berbagai hidangan ikonik, mulai dari bumbu gado-gado hingga camilan ringan. 

Namun, dibalik popularitasnya, banyak yang belum mengetahui bahwa secara botani, kacang tanah memiliki mekanisme pertumbuhan yang sangat unik dibandingkan tanaman polong-polongan lainnya.

Dikenal secara ilmiah sebagai Arachis hypogaea, kacang tanah sebenarnya bukanlah "kacang" sejati dalam pengertian pohon kacang (seperti kenari atau almond), melainkan bagian dari keluarga legum atau polong-polongan (Fabaceae).

Penasaran bagaimana asal usul kacang tanah mari kita bahas menurut informasi dari britannica.combritannica.com.

Asal Usul: Jejak dari Benua Amerika

Berdasarkan catatan sejarah dan riset botani, kacang tanah berasal dari wilayah Amerika Selatan. 

Para ahli meyakini bahwa tanaman ini pertama kali didomestikasi di wilayah lembah sungai di Bolivia dan Argentina bagian barat laut.

Suku-suku kuno di Peru diperkirakan telah membudidayakan kacang tanah sejak ribuan tahun yang lalu. 

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya motif kacang tanah pada tembikar kuno serta sisa-sisa biji kacang di situs pemakaman kuno.