POLA JABAR - Tradisi berbuka puasa dengan buah kurma telah berlangsung selama berabad-abad, namun di balik tradisi tersebut terdapat alasan medis yang sangat kuat. Kurma bukan sekadar sumber gula alami yang mampu mengembalikan energi dengan cepat, melainkan sebuah "superfood" yang menyimpan beragam vitamin dan mineral esensial.

Merujuk pada ulasan kesehatan dari Healthline.com, kurma memiliki profil nutrisi yang unik dan sangat dibutuhkan oleh tubuh setelah belasan jam beristirahat dari asupan makanan. Berikut adalah bedah tuntas mengenai vitamin dan mineral penting yang terkandung dalam butiran manis ini.

1. Kalium (Potasium): Penjaga Keseimbangan Elektrolit

Salah satu mineral paling dominan dalam kurma adalah kalium. Setelah seharian berpuasa, tubuh sering kali kehilangan cairan dan elektrolit. Kalium berperan krusial dalam mengatur keseimbangan cairan, mendukung kontraksi otot, serta menjaga detak jantung agar tetap stabil. Mengonsumsi kurma saat berbuka membantu mencegah kram otot dan kelelahan jantung akibat kekurangan mineral mikro.

2. Magnesium: Nutrisi Relaksasi Otot dan Saraf

Kurma kaya akan magnesium, mineral yang sering disebut sebagai agen relaksasi alami. Magnesium bekerja dengan cara mendukung fungsi saraf dan membantu tubuh dalam proses metabolisme energi. Kehadiran magnesium saat berbuka puasa sangat penting untuk membantu otot-otot yang tegang menjadi rileks kembali, serta meningkatkan kualitas tidur setelah rangkaian ibadah di malam hari.

3. Vitamin B6 (Piridoksin): Pembangkit Energi dan Fungsi Otak

Vitamin B6 yang terkandung dalam kurma memiliki peran vital dalam memecah protein, lemak, dan karbohidrat. Vitamin ini membantu tubuh mengubah simpanan energi menjadi tenaga yang siap pakai segera setelah berbuka. Selain itu, vitamin B6 mendukung produksi neurotransmiter seperti serotonin, yang berperan penting dalam memperbaiki suasana hati (mood) setelah menahan lapar dan haus.

4. Tembaga dan Zat Besi: Pendukung Sel Darah Merah