POLAJABAR.COM - Sebuah insiden yang menghebohkan terjadi di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu petang, 20 Juni 2026. Peristiwa ini melibatkan sebuah minibus yang dilaporkan ludes terbakar di salah satu titik jalan yang cukup dikenal oleh wisatawan.
Peristiwa nahas tersebut mulai menjadi perbincangan hangat setelah rekaman video insiden tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial. Video itu memperlihatkan detik-detik kepanikan saat kendaraan mulai dilalap api di lokasi kejadian.
Minibus yang terbakar tersebut diketahui memiliki warna dominan silver dan membawa nomor polisi B 1879 TKW. Kendaraan ini tengah dalam perjalanan menuju pusat Lembang dari arah Punclut, yang merupakan jalur alternatif penghubung antara Kota Bandung dan Bandung Barat.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa api mulai muncul ketika minibus tersebut melaju di Jalan Barulaksana, tepatnya saat menurun menuju Kampung Bukanagara. Kejadian ini diperkirakan berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB, kala aktivitas sore hari mulai ramai.
Pengemudi kendaraan tersebut diketahui bernama Rizanoel Irvin Latif. Saat insiden terjadi, ia berusaha mengendalikan situasi ketika asap mulai mengepul dari bagian mesin mobil yang dikemudikannya.
Menyadari adanya bahaya yang mengintai, pengemudi dengan sigap menepikan minibus tersebut ke pinggir jalan. Tindakan cepat ini dilakukan untuk meminimalisir potensi dampak yang lebih besar terhadap pengguna jalan lain.
Setelah menepikan kendaraan, pengemudi segera mengambil langkah antisipasi dengan membuka sedikit bagian kap mesin. Hal ini dilakukan untuk melihat sumber asap dan berusaha mengidentifikasi masalah yang menyebabkan kebakaran hebat tersebut.
Dikutip dari informasi yang beredar, insiden tragis ini terjadi di Tanjakan Spongebob, yang terletak di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang. Lokasi ini memang dikenal memiliki kontur jalan yang cukup menantang bagi pengendara.
Informasi mengenai terbakarnya minibus tersebut telah dikonfirmasi terjadi pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 20 Juni 2026, sekitar pukul lima sore waktu Indonesia bagian barat. Kejadian ini memicu perhatian serius dari pihak terkait untuk penyelidikan lebih lanjut.