POLA JABAR – Detik demi detik berlalu tanpa kompromi, membawa kita pada garis akhir tahun 2025.

Bagi seorang mukmin, pergantian kalender bukan sekadar rutinitas angka, melainkan alarm bagi jiwa untuk berhenti sejenak dan menengok ke belakang.

Inilah saatnya melakukan muhasabah, sebuah proses audit spiritual untuk melihat sejauh mana investasi akhirat yang telah kita tanam selama setahun terakhir.

Berhenti Sejenak di Gerbang Waktu

Muhasabah secara harfiah berarti melakukan perhitungan. Dalam hiruk-pikuk rencana liburan dan resolusi duniawi, seringkali kita lupa menghitung "saldo" pahala dan dosa.

Adakah sujud kita sudah lebih khusyuk? Ataukah lisan kita masih sering menyakiti sesama? Menyadari kekurangan diri di hadapan Sang Pencipta adalah langkah awal menuju pribadi yang lebih berkualitas di tahun 2026.

Istighfar: Membasuh Debu di Masa Lalu

Menutup tahun dengan istighfar adalah bentuk kerendahan hati. Kita menyadari bahwa dalam 365 hari yang lalu, ada waktu yang terbuang sia-sia dan ada perintah Tuhan yang terabaikan.

Memohon ampunan (maghfirah) bukan berarti meratapi kegagalan, melainkan membersihkan bejana hati agar siap menerima kucuran rahmat yang baru. Tanpa ampunan-Nya, melangkah ke tahun depan hanya akan membawa beban spiritual yang melelahkan.