POLA JABAR – Jika di Indonesia Idulfitri identik dengan mudik, sungkeman, dan hidangan ketupat rendang, ternyata umat Muslim di belahan dunia lain memiliki cara yang tak kalah unik dalam merayakan hari kemenangan. Meski esensi ibadahnya sama, akulturasi budaya setempat menciptakan tradisi lebaran yang beragam dan penuh warna.
Mari kita intip bagaimana kemeriahan Idulfitri 1447 H dirayakan di luar negeri:
1. Turki: "Seker Bayrami" atau Festival Gula
Di Turki, Idulfitri dikenal dengan sebutan Seker Bayrami. Sesuai namanya, hari raya ini identik dengan makanan manis. Tradisi yang paling menonjol adalah anak-anak yang berkeliling ke rumah tetangga untuk mengucapkan selamat lebaran dan mereka akan mendapatkan hadiah berupa permen, cokelat, atau baklava (kue manis khas Turki). Mirip dengan tradisi "salam tempel" di Indonesia, namun dengan fokus utama pada kudapan manis.
2. Afganistan: "Tokhm-Jangi" atau Adu Telur
Tradisi unik terjadi di Afganistan yang disebut Tokhm-Jangi. Setelah melaksanakan Shalat Id, para pria berkumpul di taman atau area terbuka untuk melakukan kompetisi adu telur rebus. Aturannya sederhana: setiap orang mencoba memecahkan telur lawan dengan telurnya sendiri. Siapa yang telurnya tetap utuh hingga akhir, dialah pemenangnya. Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi yang penuh tawa bagi warga setempat.
3. Maroko: Busana "Djellaba" dan Pancake "Msemen"
Masyarakat Maroko merayakan Lebaran dengan mengenakan pakaian tradisional yang sangat ikonik, yaitu Djellaba (jubah panjang bertudung). Pagi hari setelah shalat, meja makan akan dipenuhi dengan Msemen (pancake khas Maroko) dan Baghrir, ditemani dengan teh mint yang hangat. Tradisi berbagi makanan dengan tetangga dan fakir miskin sangat kental dilakukan di sepanjang jalanan kota Marrakesh hingga Casablanca.