POLAJABAR.COM - Kasus pembuangan sampah secara liar menggunakan satu unit mobil pikap di Jembatan Cidahon, Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, akhirnya menemui titik terang. Peristiwa yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial ini sebelumnya menuai reaksi keras dari masyarakat luas.
Video amatir yang memperlihatkan aksi tidak terpuji tersebut memicu kecaman luas dari warganet yang peduli terhadap kebersihan lingkungan di kawasan wisata tersebut. Banyak pihak mendesak agar pelaku pembuangan sampah sembarangan ini segera diidentifikasi dan ditindak tegas oleh pihak berwenang.
Menindaklanjuti keresahan warga, investigasi mendalam segera dilakukan di lokasi kejadian untuk melacak asal-usul muatan tersebut. Petugas di lapangan melakukan pemeriksaan sisa-sisa material sampah guna mencari petunjuk identitas pemiliknya.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, tumpukan sampah tersebut dipastikan bukan berasal dari limbah rumah tangga biasa. Temuan ini mengejutkan banyak pihak karena jenis sampah yang mendominasi justru berasal dari sektor komersial skala besar.
Sebagian besar limbah yang dibuang secara serampangan tersebut diidentifikasi merupakan sisa dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fasilitas ini diketahui memproduksi makanan untuk menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain limbah dari program pemenuhan gizi, petugas juga menemukan material sampah yang berasal dari sektor pariwisata. Beberapa dokumen dan jenis sisa makanan di lokasi merujuk pada aktivitas operasional sebuah restoran pariwisata setempat.
Kejadian ini menjadi sorotan penting mengenai tata kelola pembuangan sampah komersial yang seharusnya dikelola secara profesional, bukan dibuang ke fasilitas publik. Dikutip dari Sukabumi Update, pengungkapan ini diharapkan dapat mendorong evaluasi ketat terhadap sistem pembuangan limbah instansi maupun pelaku usaha di wilayah Palabuhanratu.
