POLA JABAR - Susu telah menjadi pilar penting dalam ketahanan pangan manusia selama ribuan tahun. Berdasarkan catatan sejarah yang dirangkum dalam Britannica, konsumsi susu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan nutrisi, tetapi juga merupakan hasil dari adaptasi evolusioner dan inovasi budaya yang luar biasa.
Awal Mula Domestikasi dan Revolusi Produk Susu
Sejarah penggunaan susu dimulai sekitar 10.000 hingga 8.000 SM di wilayah Bulan Sabit Subur (Fertile Crescent) di Timur Tengah.
Ketika manusia mulai beralih dari gaya hidup berburu ke sistem pertanian dan peternakan, hewan seperti kambing, domba, dan kemudian sapi menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Pola makan tradisional di wilayah ini sangat bergantung pada kemampuan menyimpan susu. Karena iklim yang panas, masyarakat kuno mengembangkan teknik fermentasi untuk mengubah susu segar menjadi yoghurt dan keju. Proses ini secara alami mengurangi kadar laktosa, sehingga lebih mudah dicerna oleh orang dewasa pada masa itu.
Susu dalam Berbagai Budaya Tradisional
Penggunaan susu berkembang secara unik di berbagai belahan dunia, tergantung pada ketersediaan hewan ternak dan kondisi geografis:
Eropa Utara dan Tengah: Masyarakat di wilayah ini memiliki ketergantungan tinggi pada susu sapi karena tanah yang kurang subur untuk tanaman tertentu. Hal ini mendorong mutasi genetik pada manusia (persitensi laktase) yang memungkinkan mereka mengkonsumsi susu sepanjang hidup.
Asia Tengah: Suku-suku nomaden di Mongolia dan wilayah sekitarnya mengandalkan susu kuda (kumis) dan unta sebagai sumber kalori utama untuk bertahan hidup di padang rumput yang ekstrem.